Depok –Laboranews.com| Perkumpulan Seniman Batak Kota Depok (PSBKD) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menggelar lomba bernyanyi solo tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Depok. Acara berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (3–4/9/2025), di Pesona Square, Jalan Juanda, Depok.

Lebih dari 70 peserta mengikuti ajang ini. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kepala Disdik Kota Depok, Syahril Simamora, Camat Sukmajaya Christine Desima Tobing, Ketua Umum PSBKD Julpen Gultom, serta Ketua Panitia Andre Tambunan.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Syahril menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba.
“Terima kasih kepada PSBKD yang sudah memfasilitasi anak-anak SD untuk menunjukkan bakatnya. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan seni budaya olah vokal di kalangan pelajar Depok,” ujarnya.
Syahril menambahkan, bernyanyi solo bermanfaat bagi perkembangan anak. “Bernyanyi dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri. Seni seperti bernyanyi, melukis, dan menari harus diasah, sama pentingnya dengan kemampuan berhitung, sains, dan lainnya,” jelasnya.
Ketua Panitia Andre Tambunan mengungkapkan, lomba ini sekaligus menjadi ajang pencarian bakat. Dari 120 pendaftar, lebih dari 70 orang tampil pada hari pertama. “Besok akan disaring menjadi 30 peserta untuk memperebutkan Piala Bergilir Kadisdik Kota Depok. Pendaftaran tidak dipungut biaya, semuanya gratis,” kata Andre, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Wartawan Depok.
Sementara itu, Camat Sukmajaya Christine Desima Tobing yang turut memeriahkan acara dengan menyumbangkan lagu Batak, menyambut baik pelaksanaan lomba di wilayahnya. Ia menjelaskan, kehadiran PSBKD membawa dampak positif dengan melibatkan UMKM lokal.
“Alhamdulillah ada 10 stand UMKM yang ikut berpartisipasi. Ini menjadi bentuk kolaborasi sekaligus promosi produk mereka,” ucap Christine.
Ia juga memberi masukan agar ke depan kegiatan bisa lebih semarak. “Dekorasi dan rundown acara bisa ditingkatkan. Selain itu, tak ada salahnya panitia melibatkan komunitas budaya lain seperti Abang Mpok Depok atau seni tradisi Sunda, misalnya angklung. Hal itu akan membuat acara lebih inklusif,” sarannya.
Christine menegaskan pihaknya mendukung penuh kegiatan seni di wilayah Sukmajaya. Ia bahkan menawarkan fasilitas Taman Musik Depok yang berada di Jalan Merdeka, Sukmajaya.
“Gedung Taman Musik bisa digunakan secara gratis untuk kegiatan seni dan musik, tentu dengan izin ke Disporyata. Jika ada kendala, saya siap membantu,” tandasnya.(Rohana)
