Depok – Laboranews.com | Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus memperkuat ketakwaan dan ketawakalan kepada Tuhan.
Hal tersebut disampaikan Ade Supriyatna saat ditemui media dalam acara open house Idul Fitri 1447 H di kediamannya, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim diharapkan memiliki keyakinan yang lebih kuat bahwa setiap makhluk telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT.
“Setelah Ramadan, mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang lebih baik dan tawakalnya semakin kuat. Kita tidak perlu takut akan masa depan, karena Allah Tuhan Yang Maha Kaya sudah menjamin rezeki setiap makhluk, bahkan seekor semut di tengah hutan sekalipun,” ujar Ade.
Ia menambahkan, kedekatan kepada Tuhan, ketakwaan, serta sikap tawakal akan membuka jalan kehidupan, termasuk datangnya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ade juga mengingatkan pentingnya membangun pola pikir positif (husnuzan) kepada Sang Pencipta, serta dibarengi dengan kreativitas dalam menjalankan tanggung jawab kehidupan.
“Kalau kita terus berbaik sangka kepada Allah dan kreatif dalam menjalani tanggung jawab, insyaallah pintu-pintu kesuksesan akan terbuka,” katanya.
Selain refleksi spiritual, Ade juga menekankan pentingnya introspeksi diri agar dapat memberi manfaat lebih luas bagi sesama. Ia berharap Kota Depok dan bangsa Indonesia dapat keluar dari berbagai persoalan, dengan dukungan para pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Pemimpin harus punya rasa sayang kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang tertekan dan membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ade turut menyoroti pentingnya Universal Health Coverage (UHC) sebagai amanat undang-undang dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Depok perlu kembali mencapai predikat terbaik dalam layanan kesehatan publik melalui implementasi UHC yang optimal.
“UHC itu amanat undang-undang. Kita ingin Depok kembali meraih predikat terbaik dalam pelayanan kesehatan untuk masyarakat,” jelasnya.
Ade juga mendorong adanya transparansi dalam data penerima bantuan iuran (PBI), agar bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, kedisiplinan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS Kesehatan juga perlu ditingkatkan.
“Harus ada transparansi dan koreksi data sosial, agar yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan. Di sisi lain, peserta mandiri juga harus disiplin,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan sangat penting untuk memastikan tingkat keaktifan peserta mencapai lebih dari 80 persen, sesuai dengan standar UHC.
Dengan demikian, lanjut Ade, negara melalui pemerintah daerah dapat benar-benar menjalankan amanat konstitusi dalam melindungi seluruh warga, termasuk dalam hal akses layanan kesehatan, baik di dalam maupun di luar daerah.
“Kalau UHC berjalan baik, masyarakat Depok bisa mendapatkan layanan kesehatan di mana pun, bahkan di luar daerah. Ini sudah banyak dirasakan manfaatnya,” tutupnya. (RhS)
