RAGAM

Pasar Rakyat Sawangan Depok Sepi, Hasbullah: Sebaiknya Sewa Kios Digratiskan Sementara

Depok – Laboranews.com |  Aktivitas di Pasar Rakyat Sawangan yang berlokasi di Jalan Raya Mochtar, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, terlihat belum menggeliat. Berdasarkan pantauan di lokasi, pasar yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga tersebut justru tampak sepi dari aktivitas pedagang maupun pembeli.

Saat meninjau area dalam pasar, terlihat banyak lapak kosong tanpa aktivitas jual beli. Hanya nomor kios yang terpasang di meja lapak menandakan ruang tersebut seharusnya diisi pedagang. Kondisi serupa juga terlihat di lantai dua, yang hanya diisi sebuah kafe dan tempat biliar.

Aktivitas justru terlihat di area depan pasar. Beberapa pedagang membuka lapak makanan dan minuman di kios depan, sementara di halaman pasar tampak antrean bus bandara serta bus TransJakarta rute Lebak Bulus. Meski demikian, jumlah penumpang yang datang juga tidak terlalu ramai.

Salah seorang pedagang, kita sebut saja Nia, mengaku masih bertahan berjualan di di kios depan pasar. Ia menyebutkan biaya sewa kios yang ditempatinya sebesar Rp500 ribu per bulan hanya untuk sewa tempat. Selain itu, pedagang juga dikenakan biaya listrik ( token) serta pungutan distribusi harian sebesar Rp3.500 per hari, yang tetap dibayarkan meski kios tidak beroperasi.

“Di tahun pertama memang sepi. Sekarang sudah ada pembeli tiap hari, tapi kebanyakan penumpang dan sopir bus bandara serta TransJakarta,” ujarnya, Jumat (10/4/26).

Pasar Rakyat Jabar Juara Sawangan sendiri merupakan proyek revitalisasi terminal bayangan menjadi pasar modern berkapasitas 104 kios dan 49 los di atas lahan seluas 3.600 meter persegi. Pasar ini diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada April 2022 dan dibangun menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp10 miliar, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun hingga kini, keberadaan pasar dinilai belum optimal dan terkesan belum diberdayakan secara maksimal.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret agar pasar dapat kembali hidup. Salah satunya dengan menggratiskan sementara biaya sewa kios.

“Pasar Rakyat Sawangan ini terkesan dibiarkan. Seharusnya Pemkot Depok memfasilitasi UMKM untuk berdagang di sana. Bila perlu, setahun jangan dulu dipungut biaya sewa. Setelah berkembang, baru dikenakan biaya distribusi,” ujar Hasbullah saat ditemui di kediamannya, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, beban biaya sewa sebesar 3,5 juta pertahun per kios menjadi salah satu faktor pedagang enggan menempati kios. Pedagang harus menyiapkan modal usaha sekaligus membayar sewa, sehingga minat untuk masuk ke pasar menjadi rendah.

“Kalau digratiskan dulu sampai berkembang, saya yakin pedagang mau. Sekarang membuka usaha di tempat sederhana saja bisa ramai asal konsep dan harga terjangkau,” katanya.

Ia juga menyoroti dugaan adanya pihak yang menyewakan kios sehingga menambah beban bagi pedagang. Hasbullah meyakini, apabila kebijakan sewa digratiskan sementara, UMKM akan tertarik masuk dan pasar bisa berjalan sesuai fungsinya.

“UMKM yang sekarang berjualan di luar seharusnya diajak masuk ke dalam pasar, sehingga area luar bisa dimanfaatkan untuk parkir dan mendukung aktivitas pengunjung,” tambahnya. (RhS)

berita lainnya

Vokasi Universitas Indonesia Dukung Kota Depok Tatap UCCN 2025

Rohana Sinaga

Gratis Hingga April, Teman Bus Berpotensi Berlakukan Tarif Rp6.000

Rohana Sinaga

Kepala Disdukcapil Depok Ungkap Empat Program Prioritas untuk Tahun 2025

Rohana Sinaga
error: Content is protected !!