DEPOK — Laboranews.com| SMPN 11 Depok menjadi salah satu penerima program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program strategis ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang berkualitas.
​Kepala SMPN 11 Depok, Agus Prasetio, menyatakan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi senilai Rp836 juta tersebut. Alokasi dana ini digunakan untuk merehabilitasi enam ruang kelas serta pengadaan 30 set mebeler meja dan kursi siswa.
​”Dari enam ruang kelas yang diperbaiki, empat kelas memprioritaskan perbaikan atap dan dua ruangan lainnya perbaikan dak,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).
​Pria yang akrab disapa Pras ini menjelaskan, mekanisme pencairan anggaran dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dikucurkan sebesar 70 persen untuk memulai pekerjaan, sedangkan sisa 30 persen dicairkan setelah progres fisik mencapai 50 persen disertai laporan pertanggungjawaban yang jelas.
​Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam pengelolaan dana agar tidak ada istilah anggaran habis sebelum proyek selesai.
“Seharusnya tidak ada istilah dana habis atau tidak ada, karena yang mengeluarkan anggaran adalah kepala sekolah. Setiap pengeluaran harus jelas peruntukannya, ada laporan progres, serta diverifikasi dan diawasi,” kata Pras.
​Guna menjaga transparansi dan kualitas pengerjaan, pelaksanaan revitalisasi ini dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Tim tersebut terdiri dari tiga unsur, yakni pihak sekolah, komite sekolah, dan perwakilan masyarakat yang memiliki keahlian di bidang konstruksi.
​Proyek yang dimulai sejak awal Agustus ini ditargetkan berlangsung selama 120 hari kalender dan rampung pada November mendatang. Saat ini, pengerjaan fisik telah mencapai 50 persen, meliputi pengerjaan atap sudah selesai, selanjutnya pengerjaan plafon, dan kusen.
​”Kami berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target agar fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara maksimal,” pungkasnya.(Rh)
