LINTAS AGAMA

Basolia Gelar Diskusi Publik, Mewujudkan Kota Depok Yang Toleran

Depok- Laboranews.com
Badan Sosial Lintas Agama ( Basolia ) menggelar diskusi publik dan deklarasi untuk mewujudkan Kota Depok yang toleran, serta dalam rangka bulan suci Ramadhan membagikan sembako bagi warga yang membutuhkan, pembagian takjil, buka puasa bersama antar Pengurus Basolia dan para tokoh Agama, di Rumah Toleransi Jl. Raya Sawangan ruko CBD, Mampang, Pancoran Mas Kota Depok, Rabu (19/4/23 ).

Berdasarkan data dari Setara Institute dimana Kota Depok menempati urutan kedua paling bawah dari 94 Kabupaten Kota di Indonesia, itulah sebabnya saat ini Basolia melakukan gelar giat diskusi publik dan Deklarasi untuk mewujudkan Kota Depok yang toleran, demikian dikatakan Ketua Basolia KH. Nasihun Sahroni S.Sos, yang juga selaku Khatib Am Nahdatul Ulama.
” Kita tentu berkiblat dari data yang substains bahwa Depok masih menempati posisi toleran terendah kedua, karena itu kita tidak boleh berhenti terus berupaya dalam rangka mewujudkan kerukunan, kita harus terus menerus melakukan kegiatan seperti ini,” ujar Nasihun.
Dijelaskannya, bahwa kegiatan ini murni inisiasi oleh Basolia sendiri, swadaya pengurus Basolia, dan terkait Rumah Toleransi ini milik Ansor yang bertujuan ingin sama-sama menciptakan kerukunan, dengan cara bagaimana meliterasi masyarakat.

Darius Leka perwakilan Gereja Khatolik, menambahkan bahwa hasil diskusi sepakat untuk berkolaborasi antar semua elemen sehingga nilai yang disorot oleh publik seolah-olah Depok intoleran semakin hari menghilang.

Turut menambahkan perwakilan dari Jemaah Ahmadiyah Yendra Budiana, bahwa pihaknya sangat mencintai Kota Depok dan ikut mencari solusi untuk menciptakan toleransi di Kota Depok.
“Jadi kita ini bukan kelompok yang mencari masalah, tapi bahagian dari koalisi yang mencintai kota Depok diantaranya Ahmadiyah, karena salah satu kriterianya adalah kebijakan pemerintah yang sudah belasan tahun melakukan penyegelan atas kegiatan Ahmadiyah, berkali-kali saya bilang ada sesuatu yang unik dan lucu, karena tidak ada penyegelan itu terhadap kegiatan tetapi penyegelan itu adalah terhadap bangunan, dan sampai saat ini pemerintah kota Depok tidak pernah menjelaskan apa yang di segel, Kita harapkan Pemerintah Kota Depok juga berkolaborasi bersama-sama dengan Basolia menjadikan Kota Depok yang lebih rukun dan damai,” kata Yendra.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum PGI-S Mangaranap Sinaga SH.MH bahwa realitas Kota Depok adalah majemuk, beragam, tentu hal ini harus dijaga seutuhnya dengan baik, sehingga Pemerintah menjadi bapak bagi semua.
Disampaikan Mangaranap dengan hasil diskusi ini bahwa Basolia sepakat mendukung bagaimana Pemerintah agar bisa mewujudkan Kota Depok menjadi kota yang Toleran, dan menghimbau DPRD Kota Depok agar membuka kebijakan yang disusun biarlah kebijakan itu melingkupi semua dengan realitas kemajemukan dan mendukung semua program kerukunan toleransi di Kota Depok.

Sementara itu Buya KH. Zainuddin mengatakan,” semua yang merasa menjadi tokoh baik tingkat atas maupun bawah harus berbuat adil, adil ini menumbuhkan untuk kebersamaan , persaudaraan dan setara, siapapun yang menjabat dan yang tinggal di Kota Depok harus adil, dengan adanya diskusi ini berarti belum 100 persen adil, untuk itulah kita adakan diskusi ini menjadikan Depok lebih baik,” pungkas Buya.

(Rh)

berita lainnya

Peringati Hari Bela Negara GBHN DPC Kota Depok Lakukan Pemyemprotan Disinfektan Disejumlah Rumah Ibadah

Admin

Perwani Depok Bentuk Panitia Natal 2025, Kembali Gelar Perayaan Usai Dua Tahun Vakum

Rohana Sinaga

PESAN SIDANG MPL PGI TAHUN 2021

Mangaranap Sinaga
error: Content is protected !!