Depok — Laboranews.com | Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Kota Depok berlangsung khidmat dan sukses pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI), Jalan Kamboja, Kecamatan Pancoran Mas itu dihadiri sekitar 2.800 umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja di Kota Depok.
Perayaan Natal ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya setelah sekitar 20 tahun, Natal bersama umat Kristiani kembali diselenggarakan secara terpadu dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.
Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Depok Supian Suri, perwakilan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Harapan Nainggolan, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Triano Iqbal, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriatna, Anggota DPRD Kota Depok Fransiscus Samosir dan Samuel Bonardo Situmorang, Kepala Badan Kesbangpol Kota Depok Dudi Miraz, Camat Sukmajaya Christine Desima Arthauli Tobing, serta Ketua Panitia Natal Reinova Serry Donie, M.Si.
Natal bersama tahun ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Keluarga sebagai Lentera Kasih Merawat Kebersamaan Depok Menuju Masa Depan Penuh Harapan.” Khotbah Natal disampaikan oleh Romo Agustinus Hardono dengan nats Alkitab dari Injil Matius 1:1–17.
Acara semakin semarak dengan penampilan paduan suara anak Tunas Bangsa, gabungan paduan suara PGRI, Wanita Katolik Republik Indonesia, dan paduan suara ASN yang membawakan lagu Rindu Purnama, karya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ketua Panitia Natal, Reinova Serry Donie, M.Si, menyampaikan bahwa pesan Natal kali ini menekankan pentingnya cinta kasih sebagai sumber kedamaian dan persaudaraan bagi seluruh umat manusia.
Ia mengungkapkan, perayaan Natal bersama ini dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, yakni hanya tujuh hari.
“Persiapan hanya tujuh hari. Ini merupakan hasil kerja sama luar biasa antara Pemerintah Kota Depok, Forkopimda, serta seluruh stakeholder di Kota Depok, khususnya umat Kristiani di bawah naungan Gereja Katolik dan aras-aras gereja, organisasi kemasyarakatan Kristiani, serta organisasi kepemudaan Kristiani,” ujar Reinova.
Menurutnya, Natal bersama ini menjadi momentum bersejarah karena terakhir kali kegiatan serupa digelar sekitar 20 tahun lalu.
Ke depan, perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Kota Depok direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak lintas iman yang turut hadir dan mendukung kelancaran acara, termasuk organisasi kepemudaan Banser dan Muhammadiyah.
“Ini menjadi bukti bahwa toleransi dan kebersamaan antarumat beragama dapat terwujud dengan sangat baik di Kota Depok,” tutup Reinova.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya menekankan makna cinta kasih sebagai esensi utama dalam kehidupan beragama.
“Cinta harus dibuktikan dengan kasih. Kalau cinta tanpa kasih, itu sama saja seperti menikah tetapi tidak menafkahi,” ujar KDM disambut tepuk tangan jemaat.
Sebagai wujud nyata cinta kasih, KDM menyampaikan bantuan kepada anak-anak dan kelompok paduan suara yang tampil dalam perayaan Natal tersebut. Ia memberikan bantuan sebesar Rp25 juta kepada anak-anak, menitipkan Rp15 juta untuk yayasan yatim piatu, serta Rp20 juta kepada ibu-ibu paduan suara yang membawakan lagu Rindu Purnama.
“Kalau hanya cinta tanpa mengasihi, itu kepalsuan. Gizi itu penting, tapi cinta adalah gizi yang paling sempurna,” tambahnya.
KDM juga berpesan agar umat beragama mampu masuk ke esensi ajaran agama masing-masing.
“Tuhan menyuruh kita untuk memperbanyak orang-orang yang sadar dan disadarkan. Nilai ini bersifat universal dan tidak terbatas oleh satu tempat ibadah saja, karena alam ini luas, dan seluruh alam ini adalah tempat ibadah kita yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Rohana)
