Anggota DPR RI sekaligus Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara III, Mangihut Sinaga, S.H., M.H., kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Pematangsiantar. Tiga kegiatan tersebut menyasar kalangan remaja pemuda gereja, masyarakat umum, hingga organisasi kemasyarakatan, sebagai bagian dari komitmen memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Aula GKPI Siantar Kota, Jalan Simbolon, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Kegiatan pagi hari pukul 07.00–12.00 WIB diikuti oleh sekitar 150 peserta. Selanjutnya, pada siang hingga sore hari pukul 13.00–17.30 WIB. Terakhir, kegiatan dilaksanakan pada malam hari pukul 18.30 – 22.00 WIB sosialisasi dilanjutkan bersama Warga GKPI Siantar Kota dengan jumlah peserta yang sama.

Dalam ketiga kegiatan tersebut, Mangihut Sinaga menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda, di tengah tantangan perubahan sosial, globalisasi, serta menurunnya intensitas pendidikan Pancasila di lingkungan formal.

Sejumlah pertanyaan kritis muncul dari peserta. Salah satunya terkait pentingnya memfokuskan sosialisasi Empat Pilar kepada generasi muda, mengingat pemahaman Pancasila dinilai mulai berkurang dibandingkan masa lalu ketika pendidikan PMP dan P4 masih diterapkan secara intensif. Menanggapi hal tersebut, Mangihut menyampaikan bahwa generasi muda harus menjadi prioritas utama dalam penguatan wawasan kebangsaan agar nilai-nilai Pancasila tidak terputus oleh perubahan zaman.
Peserta juga menyoroti lunturnya budaya gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat pascareformasi. Menurut Mangihut, kondisi tersebut harus dijawab dengan keteladanan pemimpin, penguatan pendidikan karakter, serta penghidupan kembali nilai musyawarah dan solidaritas sosial sebagai pengejawantahan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Isu peredaran narkotika turut menjadi perhatian, khususnya dari kalangan pemuda gereja yang mempertanyakan konsistensi aparat penegak hukum dalam pemberantasannya. Mangihut menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda, keluarga, dan lingkungan sosial sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, peserta juga menyinggung bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Mangihut menyampaikan bahwa momentum bencana harus menjadi penguat nilai persatuan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, bukan justru dimanfaatkan untuk saling menyalahkan. Ia mendorong tumbuhnya empati, solidaritas nasional, dan gerakan sosial bersama sebagai wujud nyata persatuan bangsa.
Melalui rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, Mangihut Sinaga berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi menjaga keutuhan dan masa depan Indonesia.
