Depok – Laboranews.com
Dinas Kesehatan Kota Depok menggelar Forum Rencana Kerja untuk Tahun 2025, di gedung Baleka lt.10, Jl. margonda Raya, Senin ( 26/2/24 ).
Mengusung tema : Meningkatkan Kesehatan Masyarakat melalui pemenuhan standar pelayanan bidang kesehatan dan penguatan kemitraan menuju Depok maju berbudaya dan sejahtera.
Acara ini dibuka oleh perwakilan Walikota Depok, Diah Sadiah S.Sos, M.Si staf ahli Walikota Depok, bidang SDM dan Kemasyarakatan.
Dalam sambutannya Diah Sadiah perwakilan Walikota Depok membacakan pesan dari Walikota Depok, disampaikannya bahwa Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan setinggi-tingginya.
” Acuan kebijakan Pembangunan kesehatan adalah pemenuhan standar pelayanan minimal SPM dan bidang kesehatan, percepatan penurunan stunting dan percepatan penurunan angka kematian ibu dan transformasi bidang kesehatan,” Ucap Diah.
Disampaikannya, capaian pembangunan bidang kesehatan di Kota Depok sampai tahun 2023, hal ini terlihat dari berbagai indikator diantaranya, indeks kesehatan 85,43 persen dari target 84,34 persen, angka harapan hidup tahun 2022 adalah 75,51dari target 74,82 , Persentase stunting 3,48 persen dari target 4,80 persen, angka kematian ibu per 100 ribu kelahiran 66,40 dari target 58,35 per 100 ribu kelahiran.
Selain itu ada beberapa penghargaan yang diraih diantaranya Penghargaan dari BPOM sebagai Juara 1 Kab/kota yang menerapkan Pangan aman, penghargaan UHC award dari provinsi Jawa barat, penghargaan kab/kota inovatif dalam percepatan penurunan stunting, penghargaan bebas stunting award 2023 dari Pemerintah pusat kepada Lokus Kel. Jatimulya Cilodong, penghargaan evaluasi kinerja tahun 2023 dengan predikat A pelayanan prima bagi RSUD Anugerah Sehat Afiat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Mary Liziawati, merumuskan isu strategis yang akan dijalankan pada TA 2025 yaitu kesehatan ibu dan anak, program ini untuk menurunkan angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Lanjutnya, program selanjutnya adalah penurunan stunting dengan harapan terwujudnya zero new stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif.
” Juga akan melaksanakan standar pelayanan minimal (SPM) dan Universal Health coverage (UHC) melalui Rumah Sakit di Kota Depok,” ungkapnya.
Pihaknya juga akan melakukan program pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, Penyehatan lingkungan dengan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM ), Akuntabilitas Pelayanan Publik melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), IKM dan Pengaduan publik.
Kemudian Pemenuhan Sumberdaya bermutu, Kemitraan kesehatan, Program Pangan sehat aman enak, Kesehatan Jiwa dengan deteksi dini, dan keberlanjutan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan mutu pasca Akreditas, dan pembinaan fasilitas kesehatan.
(Rohana)
