Depok – Laboranews.com | Proses rehabilitasi Stadion Mahakam mengalami perlambatan. Memasuki minggu ke-11, progres pekerjaan baru mencapai 32 persen. Kendala utama muncul pada sulitnya pasokan batu split, material penting untuk perbaikan drainase dan persiapan pemasangan rumput sintetis.
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) tengah mempercepat proses rehabilitasi Stadion Mahakam. Proyek yang dikerjakan oleh PT Sedasa Sinergi Inovasi ini menggunakan anggaran APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 6,4 miliar dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Pelaksana teknis lapangan, Agung, menyampaikan bahwa hingga memasuki minggu ke-11, progres proyek baru mencapai 32 persen. Keterlambatan tersebut dipicu oleh sulitnya pasokan material batu split.
“Pekerjaan sudah masuk minggu ke-11 dengan progres 32 persen. Ada kendala di material split karena KDM deviasinya minus 9. Batu split saat ini sulit didapat,” ujar Agung, Senin (10/11/25).
Ia menjelaskan, penutupan sejumlah tambang batu split di wilayah terdekat membuat pasokan tersendat. Akhirnya, pihak kontraktor harus mengambil material dari Cilegon, meski harganya lebih mahal dan antrean pengiriman cukup panjang.
Beberapa pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi pergantian rumput alami menjadi rumput sintetis seluas 110 x 67 meter, perbaikan drainase, renovasi tribun yang bocor, pengecatan, serta perbaikan keramik.
“Kontrak selesai pada 18 Desember. Kami tetap optimis bisa mengejar target karena bobot terbesarnya ada di pemasangan rumput sintetis, dan itu masih bisa dikejar,” jelasnya. Agung juga menyebutkan bahwa jumlah pekerja saat ini mencapai 46 orang, ditambah lebih dari 10 staf. Untuk percepatan, akan ada penambahan tenaga kerja serta lembur.
Pemasangan rumput sintetis ditargetkan bisa dimulai pada minggu ketiga November, dengan catatan pasokan batu split tetap aman. “Kami masih butuh sekitar enam rit batu split lagi. Meski antre, kami tetap minta didahulukan. Harus optimis dengan sisa waktu yang ada,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Disrumkim Depok, Puspita Dewi Maharani, menjelaskan bahwa fokus utama pekerjaan proyek adalah pergantian rumput dan penambahan sistem drainase lapangan. Hal ini membuat alokasi anggaran menjadi cukup besar, sesuai permintaan pengguna anggaran, yakni Disporyata.
“Luas lapangan Stadion Mahakam sekitar 7.000 meter persegi. Drainase dan pergantian rumput saja sudah menyerap lebih dari setengah pagu anggaran. Belum lagi pekerjaan lainnya seperti perbaikan tribun, pengecatan, dan perbaikan dak yang bocor,” jelas Puspita, Jumat (7/11/25).(Rh)
