RAGAM

Musrenbang Kecamatan 2027, Sukmajaya Dorong Penataan Taman Merdeka, UMKM dan Daycare Lansia

Depok — Laboranews.com |  Kecamatan Sukmajaya mendorong sejumlah program prioritas dan gagasan inovatif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sukmajaya yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026, di Aula Kantor Kecamatan Sukmajaya.

Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli Tobing, menyampaikan bahwa usulan yang disampaikan kecamatan merupakan hasil rekapitulasi dari format A3, A4, dan A6 kelurahan yang kemudian dirangkum menjadi format B6 di tingkat kecamatan.
Selain itu, pihaknya juga menambahkan beberapa usulan strategis baru.

“Saya menambahkan usulan terkait penataan Taman Merdeka dan Sentra UMKM Proklamasi, termasuk membuka peluang penyediaan shelter kucing dan aktivitas UMKM yang terpusat agar para pelaku usaha bisa berjualan bersama di satu lokasi,” ujar Christine usai Musrenbang.

Ia berharap program-program pemerintah tersebut dapat direalisasikan dan ditempatkan di wilayah Kecamatan Sukmajaya.

Selain itu, Christine juga mengusulkan gagasan inovatif berupa penyediaan daycare bagi lanjut usia (lansia).
“Jumlah lansia di Kecamatan Sukmajaya cukup signifikan. Mereka tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan, tetapi juga kebersamaan dalam komunitas yang sehat, saling membangun dan saling menguatkan. Kecamatan Sukmajaya siap jika ditunjuk menjadi lokasi proyek besar daycare lansia dari dinas terkait,” jelasnya.

Christine menambahkan, isu strategis yang masih menjadi perhatian utama antara lain pembangunan SMP Negeri di Kelurahan Tirtajaya, Cisalak, dan Sukmajaya. Selain itu, pembangunan kantor kelurahan di Sukmajaya, Mekarjaya, dan Tirtajaya juga masih menjadi usulan prioritas.
Untuk Kelurahan Tirtajaya dan Baktijaya, kata dia, lahan dan Detail Engineering Design (DED) sebenarnya sudah tersedia. Namun, pembangunan masih tertunda karena menunggu eksekusi dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim).

“Ini menjadi dorongan kuat dari kami karena tinggal menunggu realisasi penyediaan anggaran dari Disrumkim. Harapannya pada tahun 2027 bisa direalisasikan,” katanya.

Selain pembangunan fisik, sebagian besar kelurahan juga masih mengajukan program terkait drainase dan pengentasan banjir. Christine menekankan pentingnya kajian terpadu dari Bapperida terkait konsep besar, road map, dan timeline penanganan banjir di Kecamatan Sukmajaya.

“Pengentasan banjir ini saling berkaitan antarwilayah, seperti antara Kelurahan Baktijaya dan Cisalak, serta Mekarjaya dan Abadijaya. Ini tidak bisa dilakukan parsial, sehingga kami mendorong Bapperida melakukan kajian menyeluruh,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, Christine mengungkapkan masih terdapat dua kelurahan yang belum memiliki Puskesmas, yakni Kelurahan Cisalak dan Tirtajaya. Meski pelayanan kesehatan tetap berjalan melalui Puskesmas Keliling (Pusling), ia menilai keberadaan gedung Puskesmas akan memaksimalkan layanan kepada masyarakat.

Terkait penggunaan anggaran, Christine menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Kecamatan Sukmajaya masih fokus pada pelaksanaan dana RW sebesar Rp300 juta per RW dengan sembilan menu kegiatan. Dari total sekitar Rp60 miliar anggaran se-Kecamatan Sukmajaya, hampir Rp40 miliar dialokasikan untuk dana RW, mengingat jumlah RW mencapai 125.

“Menu dana RW saat ini masih cenderung menyelesaikan persoalan secara parsial. Mudah-mudahan ke depan, evaluasi dari Bapperida terkait menu wajib dan pilihan bisa dikonsepkan ulang agar lebih efektif, khususnya pada tahun 2028,” pungkasnya.

Musrenbang yang digelar secara daring dan luring ini dibuka oleh Kepala Bapperida Dadang Wihana selaku perwakilan dari Wali Kota Depok Supian Suri dan  dihadiri anggota DPRD Endah Winarti, Lurah, LPM, perwakilan perangkat daerah.(RhS)

berita lainnya

Wamenaker Soroti BHR Ojol yang Hanya Rp 50 Ribu:”Tega Banget!”

Rohana Sinaga

Laporan Tahunan Keuangan Yayasan Toga Sinaga Tahun Anggaran 2021

Rohana Sinaga

Idul Adha 1446 H, Gerindra Depok Sembelih 10 Hewan Kurban dan Usul Bentuk Pasar Hewan

Rohana Sinaga
error: Content is protected !!