Depok – Laboranews.com | Anggota DPRD Kota Depok, Ir. Edi Sitorus, melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihannya. Hingga kini, reses telah digelar di empat lokasi, yakni Mekarsari, Tugu, Curug, dan Harjamukti.
Reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk menyerap aspirasi serta kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Pada Minggu (10/5/2026), kegiatan reses berlangsung di RT.004/ RW 002, Kelurahan Harjamukti, kec. Cimanggis dan dihadiri Camat Cimanggis Rahmat serta Lurah Harjamukti Vika Kusumasari serta RT, RW dan karang taruna setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Edi Sitorus menjelaskan bahwa reses menjadi ruang dialog dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Melalui reses inilah kita mendengarkan dan menyerap informasi dari masyarakat terkait berbagai kebutuhan, seperti bidang kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya, juga menginformasikan program Pemerintah daerah terkait persampahan, pelebaran jalan, hingga pembangunan akses underpass Citayam dan flyover yang akan dibangun,” ujarnya.
Selain itu, keluhan warga terkait Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) turut menjadi perhatian. Edi menyebut hingga saat ini Kelurahan Harjamukti belum pernah mendapatkan kuota PTSL dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok karena masuk zona merah.
Ia mengungkapkan, dua tahun lalu dirinya bersama para RW pernah mendatangi kantor BPN untuk meminta kuota. Saat itu, BPN menginformasikan adanya kuota sekitar 3.000 bidang, namun terjadi efisiensi sehingga kuota diprioritaskan bagi masyarakat yang telah lebih dulu mengajukan, dan saat itu kepala BPN yang ditemui juga dalam seminggu sudah dipindahkan yang akhirnya terhenti.
“Akibatnya, Harjamukti belum mendapatkan anggaran PTSL hingga saat ini, dan kami akan kembali mengajukan dengan syarat data yang diajukan harus akurat dan bukan tanah bermasalah,” jelasnya.
Edi menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator terkait melalui staf Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pemerintah pusat meminta agar pengajuan data kembali dilakukan dengan verifikasi ketat.
“Minggu depan kami akan mendatangi BPN untuk menyerahkan data lengkap. Setelah itu BPN akan melakukan verifikasi lapangan sebelum diproses lebih lanjut. Targetnya, program ini harus bisa direalisasikan,” tambahnya.
Dalam reses tersebut, Edi juga memaparkan realisasi pokok pikiran (pokir) dewan tahun ini sebesar Rp4,1 miliar untuk Kelurahan Harjamukti, yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ia juga mengingatkan pemanfaatan anggaran Rp300 juta per RW agar digunakan secara optimal berdasarkan musyawarah warga.
“Anggaran ini harus benar-benar dimanfaatkan sesuai skala prioritas kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Edi berpesan agar para RT dan RW lebih peka terhadap persoalan warga serta aktif membantu mencarikan solusi atas kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan reses tersebut Edi Sitorus memberikan bantuan senilai Rp 2 juta untuk keperluan para anak Karang Taruna. (Rohana)
