DEPOK – Laboranews.com | Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah selesai dilaksanakan secara tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan proses penerimaan peserta didik baru di seluruh wilayah Kota Depok berlangsung baik dengan dukungan penyampaian informasi melalui berbagai media massa maupun media sosial.
“Alhamdulillah, seluruh proses penerimaan siswa pada SPMB Kota Depok telah dilaksanakan dengan baik dan selesai sesuai tahapan melalui berbagai informasi di media massa maupun media sosial,” ujar Wahid, Kamis (9/7).
Ia menjelaskan, data pada sistem SPMB bersifat dinamis karena selalu mengikuti setiap tahapan yang sedang berlangsung. Perubahan data merupakan hal yang wajar dan terjadi selama proses penerimaan siswa.
“Perubahan data dapat terjadi sejak proses pendaftaran, verifikasi, pengumuman, pencabutan berkas, perpindahan pilihan, daftar ulang, hingga pemenuhan sisa kuota,” jelasnya.
Terkait perubahan kuota dan sisa kursi yang menjadi perhatian masyarakat, Wahid menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari penyesuaian teknis untuk mengoptimalkan daya tampung sekolah.
“Kursi yang belum terisi pada tahapan sementara tidak dapat langsung disebut sebagai kursi kosong secara permanen, karena masih akan diproses melalui mekanisme pemenuhan kuota sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri, daya tampung awal sebanyak 16.800 kursi mengalami penyesuaian karena terdapat 28 siswa kelas 1 yang tidak naik kelas. Dengan demikian, daya tampung efektif menjadi 16.772 kursi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.289 kursi telah terisi sehingga tersisa 483 kursi atau tingkat keterisian mencapai 97,13 persen.
Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, daya tampung awal sebanyak 11.012 kursi juga disesuaikan setelah terdapat 40 siswa kelas 7 yang tidak naik kelas. Daya tampung efektif menjadi 10.972 kursi.
Sebanyak 10.896 kursi telah terisi, sehingga hanya tersisa 76 kursi yang tersebar di empat sekolah dengan tingkat keterisian mencapai 99,31 persen.
Wahid juga menyampaikan bahwa Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) jenjang SMP turut memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat. Melalui program tersebut, sebanyak 3.186 siswa diterima di sekolah RSSG atau setara dengan tambahan daya tampung sebesar 29,04 persen.
Selain itu, Disdik Kota Depok memberikan penjelasan terkait perbandingan nilai peserta yang ramai diperbincangkan di media sosial. Menurut Wahid, sistem SPMB menggunakan mekanisme pemeringkatan yang bersifat dinamis sehingga posisi peserta dapat berubah mengikuti setiap tahapan seleksi yang sedang berlangsung.
(Rohana)
