Depok – Laboranews.com | Pemerintah Kota Depok gelar Semarak Hari Pendidikan Nasional, yang dilaksanakan selama 2 hari, 4-5 Mei 2024 di Alun-alun Kota Depok, Grand Depok City (GDC)
Mengusung tema : Bergerak bersama lanjutkan merdeka belajar, diikuti oleh seluruh sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP baik negeri dan swasta se-kota Depok.
Rangkaian kegiatan Semarak Hardiknas ini dimulai pada 2 Mei 2024 dengan Upacara di lapangan Balai Kota Depok dan di setiap sekolah sesuai dengan Juknis dari Kemendikbudristek.
Kemudian puncak Semarak Hardiknas di hari Sabtu, tanggal 4 Mei, melaksanakan senam bersama, stand pameran pendidikan termasuk karya Sekolah Penggerak , penampilan anak-anak berkebutuhan khusus(istimewa), dan hasil karya anak-anak istimewa berupa kain batik, dan yang tak kalah seru adalah banyaknya hadiah doorprize yang telah disiapkan panitia ( Disdik Kota Depok ).
Hadir Walikota Depok Mohammad Idris, Sekda Kota Depok Supian Suri, Kadisdik Siti Chaerijah, Sekdis H.Sutarno, para Kepala Sekolah, guru, dan anak didik.

Walikota Depok menyampaikan bahwa memang acara Hardiknas kali ini tidak biasa seperti dulu, tetapi di event kali ini disebut Semarak Hardiknas dilaksanakan selama 2 hari dan saat ini lebih menekankan pada penampilan anak-anak inklusi sehingga semua lebih hidup dan spontanitas.
” Prestasi yang bisa dirasakan baik dari guru maupun sekolah dimana anak-anak inklusi ini dengan kurikulum merdeka belajar bisa berkreasi menghasilkan karya corak batik yang beraturan, dan ini suatu keajaiban, artinya ada potensi-potensi mereka yang terpendam,” Ucap Walikota Depok Moh. Idris, Sabtu (4/5/24).
Untuk pembinaan talenta anak berkebutuhan khusus ini, M. Idris mengatakan dimana ketika Sekda Kota Depok mengusulkan membangun sekolah inklusi, hal ini harus didiskusikan, apakah hal itu lebih efektif atau seperti sekarang disebar disetiap sekolah harus menerima murid inklusi, memang resikonya hal ini menjadi lebih ekstra bagi guru dalam mengajar.
” Untuk para guru jangan pernah bosan, capek, lelah untuk mendidik anak-anak kita, jadikanlah anak itu seperti anak sendiri karena sekolah merupakan tempat kedua bagi anak-anak untuk mendapatkan harapan hidup mereka setelah dari rumah, namun orangtua juga jangan melepaskan sepenuhnya ke pihak sekolah, harus sejalan, yang disebut trilogi pendidikan antara di rumah, sekolah dan masyarakat,” pesannya.
Dalam acara Semarak Hardiknas ini ditampilkan fashion show hasil karya membatik dari anak-anak berkebutuhan khusus, dengan memberikan kebebasan dalam memilih corak dan warna dihasilkan motif diantaranya motif batik kontemporer, motif gong sibolong, ada juga jumputan, batik motif belimbing khas Depok, ada 6 motif batik yang kemudian dibeli oleh Walikota Depok Mohammad Idris.
( Rohana )
