POLITIK

Di Kelurahan Teladan, Mangihut Sinaga Dorong Penguatan Nilai Pancasila dari Keluarga hingga Sekolah

Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Golkar, Mangihut Sinaga, S.H., M.H., kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di daerah pemilihannya, Sumatera Utara III, pada Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula GKPI Siantar Kota, Kecamatan Siantar Barat, dan diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari masyarakat umum Kelurahan Teladan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional Anggota MPR RI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 yang telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019, serta Peraturan MPR Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib MPR RI.

Dalam pemaparannya, Mangihut Sinaga menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—yakni Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, berdaulat, dan berkeadilan.

Sesi dialog berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan yang mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi sosial saat ini. Salah satu peserta menyoroti minimnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila dibandingkan generasi sebelumnya, akibat berkurangnya intensitas pendidikan Pancasila di sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Mangihut Sinaga menyampaikan bahwa sosialisasi Empat Pilar harus terus diperluas, terutama kepada pelajar dan generasi muda, baik melalui sekolah, kampus, maupun organisasi kepemudaan.

“Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Jika nilai Pancasila tidak ditanamkan sejak dini, maka kita akan menghadapi krisis karakter di masa mendatang,” ujarnya.

Isu lunturnya semangat gotong royong dan kebersamaan pascareformasi juga menjadi perhatian peserta. Mangihut Sinaga menilai bahwa individualisme dan polarisasi sosial harus dihadapi dengan menghidupkan kembali nilai-nilai musyawarah, toleransi, dan kerja bersama di tengah masyarakat.

Menurutnya, Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam praktik sosial sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Selain itu, peserta juga menyoroti maraknya perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan kampus yang dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Menanggapi hal ini, Mangihut Sinaga menekankan pentingnya peran tenaga pendidik dalam membangun pendidikan karakter yang berlandaskan Pancasila.

“Bullying adalah bentuk kegagalan dalam pengamalan nilai Pancasila. Dunia pendidikan harus menjadi ruang aman, inklusif, dan mendidik karakter, bukan hanya mengejar prestasi akademik,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Mangihut Sinaga menyampaikan bahwa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun demikian, ia menekankan perlunya program berkelanjutan agar nilai-nilai tersebut benar-benar terinternalisasi dan diwujudkan dalam perilaku nyata.

“Indonesia yang kuat dimulai dari masyarakat yang berkarakter, menjunjung persatuan, dan setia pada nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.

berita lainnya

MANGIHUT SINAGA TEGASKAN PENYELIDIKAN TRANSPARAN ATAS TRAGEDI PELAJAR SMP ‘FS’ DI SIMALUNGUN

Admin

SURAT CINTA UNTUK STP SIBOLGA

Artinus Hulu

Politik Suci Pelayanan Sabam Sirait Bagi Kemanusiaan, Demokrasi, Dan Keadilan Sosial Untuk Indonesia Raya.

Artinus Hulu
error: Content is protected !!