PENDIDIKAN & OLAHRAGA

Keren, SMPN 9 Depok Gelar Event LKBB ARCAPADA 2026 yang Diikuti 52 Tim dari Tiga Provinsi

Depok – Laboranews.com|  Lapangan SMPN 9 Depok dipadati ratusan peserta dan pendukung dalam ajang Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) ARCAPADA (Aksi Generasi Cerdas Punggawa Masa Depan Bangsa) yang digelar pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diikuti 52 tim se-Pulau Jawa.

Peserta berasal dari lima kota di tiga provinsi, di antaranya Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok, dan Jakarta. Bahkan, sebagian peserta telah tiba sejak malam sebelumnya dan menginap di lingkungan sekolah demi mengikuti perlombaan.

Kepsek SMPN 9 Depok Agus Purwanto bersama Penyelenggara/Koordinator acara Asep

Koordinator acara, Asep, mengatakan jumlah peserta tahun ini mencapai 52 tim. Meski belum memenuhi target awal sebanyak 65 tim, antusiasme peserta dinilai sangat tinggi.

“Peserta sudah datang sejak malam sebelumnya dan menginap di sekolah agar siap mengikuti perlombaan,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, dewan juri berasal dari unsur TNI dan Polri, di antaranya Mabes TNI, Kodim, dan Korps Marinir, yang bertugas menilai aspek Peraturan Baris Berbaris (PBB). Sementara itu, juri profesional menilai kategori variasi dan formasi.

Kompetisi dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat SMP, SMA, dan Purna. Adapun aspek penilaian meliputi kostum, kemampuan komandan peleton (danton), gerakan PBB, variasi, serta formasi.

Selain memperebutkan piala bergilir, panitia juga tengah mengupayakan agar para peserta memperoleh sertifikat yang diterbitkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Kepala SMPN 9 Depok, Agus Purwanto, mengatakan LKBB ARCAPADA pertama kali digagas pada 2024 oleh mantan Kepala SMPN 9 Depok, Totong Herdiman. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, kegiatan tersebut terus dipertahankan sebagai wadah pembinaan karakter peserta didik.

“Sebelumnya kegiatan hanya sebatas aktivitas Paskibra. Kini LKBB ARCAPADA telah menjadi agenda tahunan SMPN 9 Depok. Kami menjadi SMP pertama dan satu-satunya yang menyelenggarakan event seperti ini,” kata Agus.

Menurutnya, ke depan panitia berencana membuka kategori baru untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Jika terealisasi, pelaksanaan lomba kemungkinan akan diperpanjang menjadi dua hari.

Terkait pendanaan, Agus menjelaskan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan berasal dari swadaya peserta.
“Anggaran kegiatan ini murni dari peserta, oleh peserta, dan untuk peserta,” ujarnya.

Agus menambahkan, tim yang mengikuti kompetisi merupakan sekolah-sekolah yang telah memiliki pengalaman dan prestasi di bidang LKBB. Di antaranya terdapat SMPN 8 Bogor yang pernah meraih juara nasional serta SMK PGRI 1 Balaraja.

Menurutnya, penyelenggaraan LKBB memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui LKBB, siswa belajar disiplin, fokus, taat terhadap aturan, serta membangun kekompakan dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut selaras dengan delapan dimensi profil kelulusan, seperti gotong royong, kemandirian, kesehatan, kreativitas, dan komunikasi. Dari delapan dimensi itu, sedikitnya lima sudah tercermin dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah tengah memperjuangkan agar LKBB dapat masuk sebagai kompetisi yang diakui Puspresnas.

Sementara itu, Ketua Panitia, Fika dan Aida, menjelaskan persiapan kegiatan telah dimulai sejak pertengahan Juni 2026 bersamaan dengan dibukanya pendaftaran peserta.

Dalam perlombaan ini, setiap tim terdiri atas 13 hingga 16 orang dengan formasi tiga saf empat banjar atau tiga saf lima banjar. Setiap penampilan dibatasi maksimal 9 menit 30 detik. Apabila melebihi waktu yang ditentukan, tim akan dikenakan pengurangan poin.(Rohana)

berita lainnya

Bikin Layangan Penghasil Listrik, Mahasiswa UPER Sabet Penghargaan

Rohana Sinaga

Hardiknas 2025, SMPN 14 Depok Gelar Fashion Show Baju Adat Nusantara

Rohana Sinaga

APERTI BUMN Luncurkan Program Beasiswa 2025, Target 300 Talenta Muda

Rohana Sinaga
error: Content is protected !!