Depok –Laboranews.com| Rekonstruksi Jalan Raya Tapos yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bina Marga terus dikebut. Memasuki minggu keempat pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 18 persen dengan deviasi positif atau deviasi plus 10 persen dari target waktu.
Rekonstruksi jalan tersebut membentang sepanjang 5,4 kilometer, mulai dari Jalan Exit Tol Cimanggis hingga wilayah perbatasan. Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang menjadi salah satu akses utama menuju Kota Depok.
Pelaksanaan pekerjaan memang berdampak terhadap kelancaran kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. Namun, pihak pelaksana sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW setempat.
Adapun lingkup pekerjaan meliputi perbaikan jalan rusak di 20 titik, pengerjaan crossing atau lintasan saluran, pengaspalan, serta pembangunan turap pada sejumlah bagian dinding jalan.
Proyek rekonstruksi Jalan Raya Tapos ini menggunakan anggaran APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp17,9 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Varas Ratu Badis Prambanan dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender.
Saat ditemui pada Jumat (11/9/2026), pelaksana proyek, H. Sitompul, menjelaskan bahwa progres pekerjaan saat ini telah mencapai 18 persen pada minggu keempat. Angka tersebut berada di atas target yang ditetapkan dengan deviasi plus 10 persen.
“Saat ini kami sedang melakukan pengaspalan lapisan pengikat atau aspal concrete-binder course (AC-BC) setebal 6 cm, fungsinya untuk mengikat lapisan pondasi bawah dengan permukaan atas, serta meratakan bidang jalan agar lebih kuat,” ucapnya di ruang direksi lapangan.
Menurut Sitompul, setelah lapisan pengikat AC-BC selesai dikerjakan, tahapan berikutnya adalah pemasangan lapisan permukaan atau AC-WC dengan ketebalan 4 cm.
“Ini adalah lapisan paling atas yang bersentuhan langsung dengan ban kendaraan yang bersifat harus kedap air, kesat, halus dan tahan retak karena menggunakan agregat yang lebih halus dan kadar aspal yang lebih tinggi,” jelasnya.
Selain pekerjaan pengaspalan, rekonstruksi Jalan Raya Tapos juga mencakup penanganan drainase dan stabilitas tanah. Pekerjaan tersebut antara lain berupa pembangunan tiga buah crossing serta turap penahan tanah pada dinding jalan sepanjang 19 meter.
Turap tersebut dibangun untuk memperkuat struktur tanah sekaligus mencegah terjadinya longsor dan penurunan struktur tanah di sekitar badan jalan.
Untuk mengejar target penyelesaian, pihak pelaksana mengerahkan sekitar 60 tenaga kerja yang didukung alat berat. Sistem lembur juga diterapkan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Sitompul optimistis seluruh pekerjaan rekonstruksi Jalan Raya Tapos dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target kontrak.
“Kami optimis selesai sesuai target, semoga cuaca mendukung agar pekerjaan ini lancar,” tutupnya.(Rh)
