DEPOK — SDN Tapos 5 Kota Depok menerima bantuan program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia sebesar Rp1,8 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas serta pembangunan tiga Ruang Kelas Baru (RKB).
Kepala SDN Tapos 5, Yoyo Ristoyo, M.Pd., menyampaikan bahwa total enam ruangan 2 lantai, 3 ruangan di lantai 1, dan 3 ruangan lainnya di lantai 2, hasil revitalisasi tersebut nantinya akan difungsikan untuk menunjang kegiatan operasional dan pembelajaran di sekolah.
”Enam ruangan tersebut dimanfaatkan untuk lima ruang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan satu ruangan lagi dipergunakan untuk ruang guru,” ujar Yoyo saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (17/10/2026).
Yoyo menjelaskan, pelaksanaan proyek ini dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur masyarakat dan internal sekolah, mulai dari ketua RT setempat, perwakilan orang tua siswa, hingga bendahara sekolah, dengan dirinya bertindak sebagai penanggung jawab penuh.
Pengajuan revitalisasi ini dilakukan guna menampung seluruh peserta didik yang berjumlah 330 siswa. Saat ini, dengan total 12 rombongan belajar (rombel), SDN Tapos 5 masih harus menerapkan sistem KBM dua shift (pagi dan siang) dari Senin hingga Sabtu.
”Progres pembangunan saat ini sudah memasuki minggu ke-7 dan mencapai hampir 30 persen, dengan tahap pengerjaan pembuatan bekisting dak,” terangnya.
Mengenai skema pencairan anggaran, Yoyo mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menerima pencairan tahap pertama sebesar 70 persen dari total dana. Sisa 30 persen sisanya akan dicairkan setelah progres fisik pembangunan mencapai 50 persen. Pengerjaan fisik ini melibatkan 18 orang tenaga kerja dengan sistem upah harian.
”Anggaran senilai Rp1,8 miliar ini juga sudah termasuk pengadaan mebelair untuk tiga rombel. Masing-masing rombel akan dilengkapi sekitar 28 hingga 32 set meja dan kursi siswa,” jelasnya.
Pihak sekolah menargetkan seluruh proses pengerjaan revitalisasi dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.
”Target kami, akhir Desember 2026 seluruh pekerjaan harus sudah selesai,” tegas Yoyo.
Dengan selesainya revitalisasi tersebut, Yoyo berharap pihak sekolah dapat mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Kota Depok untuk mengalihkan seluruh kegiatan pembelajaran menjadi satu shift.
“Harapannya, dengan tersedianya ruang kelas yang memadai ini, kami bisa mengajukan ke Dinas Pendidikan agar seluruh kegiatan KBM dapat dilaksanakan satu shift di pagi hari,” pungkasnya.(Rh)












