Depok – Laboranews.com| Pembangunan Puskesmas Leuwinanggung akhirnya terealisasi. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut disambut antusias masyarakat sekitar karena diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah Leuwinanggung, Kota Depok.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) saat ini tengah melaksanakan pembangunan sekaligus penataan lingkungan Puskesmas Leuwinanggung. Proyek tersebut didanai melalui APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp7,6 miliar dan dikerjakan oleh PT Marzaqah Mutualisme Makmur Sentosa.
Memasuki minggu kelima pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 13 persen atau mengalami deviasi positif sekitar 7 persen dari target. Hal itu disampaikan pelaksana proyek, Joko, saat ditemui di lokasi proyek, Jalan Cakung, Leuwinanggung, Senin (3/8/2026).
“Saat ini pekerjaan sudah memasuki tahap pembangunan pondasi dan pengurukan tanah,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, sebelum memasuki tahap tersebut, pihaknya telah lebih dahulu membangun retaining wall atau dinding penahan tanah untuk menjaga kestabilan area yang mengalami pengurukan.
“Sebelumnya kami sudah membangun retaining wall karena di bagian belakang dilakukan pengurukan tanah hampir dua meter,” jelasnya.
Joko mengatakan, pembangunan Puskesmas Leuwinanggung berdiri di atas lahan seluas sekitar 700 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.500 meter persegi yang terdiri atas tiga lantai.
Nantinya, lantai satu dan lantai dua akan difungsikan sebagai area pelayanan kesehatan, sedangkan lantai tiga digunakan sebagai area ruangan office. Bangunan juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan ruang untuk pemasangan lift, meski pengadaan lift dilakukan melalui paket pekerjaan terpisah.
Untuk struktur pondasi, proyek ini menggunakan pondasi bore pile sebanyak 51 titik dengan kedalaman sekitar 11 meter dan diameter 40 sentimeter. Selain itu, pembangunan juga dilengkapi dengan lebih dari empat sumur resapan sebagai bagian dari sistem drainase lingkungan.
Saat ini, sebanyak 32 pekerja dikerahkan untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Pada tahap berikutnya, pekerjaan akan difokuskan pada pengecoran pelat lantai dasar.
“Kami berharap dalam minggu ini sudah bisa melakukan pengecoran lantai dasar. Karena tanahnya merupakan hasil urukan, maka lantai dasar harus segera dicor agar lebih padat. Untuk itu kami menggunakan excavator berukuran kecil agar lebih leluasa bergerak di sela-sela area pekerjaan,” terang Joko.
Menurutnya, penggunaan excavator kecil lebih efektif dibandingkan alat berat berukuran besar yang memiliki ruang gerak terbatas di lokasi proyek.
“Kami memang memilih excavator kecil karena fokus kami adalah mendapatkan kepadatan tanah yang maksimal,” katanya.
Joko berharap kondisi cuaca tetap mendukung sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026.
“Mudah-mudahan cuaca tidak banyak hujan sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya.(Rh)
